Kamis, 23 Mei 2013

Informasi Perikanan Kabupaten Barru

Letak Geografis
Kabupaten Barru dengan Kota Baru sebagai ibukota kabupaten terletak sekitar 102 km dari ibukota Propinsi Sulawesi Selatan dengan ketinggian antara 0 – 1.700 m dari permukaan laut.Luas wilayah Kabupaten ini adalah 1.174,71 km2 dengan batas-batas wilayah sebagai berikut: sebelah utara dengan Kota Parepare dan Kabupaten Sidrap, sebelah timur dengan Kabupaten Soppeng dan Bone, sebelah selatan dengan Kabupaten Pangkep, dan sebelah barat dengan Selat Makassar. Secara administratif, kabupaten ini terdiri atas tujuh kecamatan, 14 kelurahan dan 40 desa. 

POTENSI SUMBERDAYA  PERIKANAN KAB. BARRU

Kabupaten Barru adalah salah satu Daerah potensial di bidang Kelautan dan Perikanan. Luas wilayah penangkapan ikan laut sekitar 56.160 Ha, tambak sekitar 2.570 Ha, pantai 1.400 Ha dan areal budidaya kolam/air tawar 39 Ha
Produksi  perikanan saat ini :
  1. Udang : 633,01 ton
  2. Bandeng : 1.556,08 ton
  3. Cakalang/Tongkol : 260,6 ton
  4. Kerapu/Kakap :  744 ton
  5. Ikan Merah : 97,02 ton
  6. Rumput Laut : 251,07 ton yang sudah diuji coba dan hasilnya sangat baik
Peluang bagi investor pada sub sektor Perikanan ini adalah budidaya laut berupa keramba jaring apung rumput laut, penangkapan dan pengolahan hasil laut.
POTENSI SUMBERDAYA DAN BIOFISIK
       Potensi perikanan tangkap          :   56.000  Ha
       Potensi Perikanan Budidaya        :     1.400  Ha
                Pantai
       Potensi Perikanan Tambak          :     5.000  Ha
       Potensi Perikanan Air Tawar       :        200  Ha    
               
PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP
NO
URAIAN
2008
2009
2010
1
Produksi Perikanan Tangkap
17.147,1
17.207,8
17.329,5
2
Jumlah Armada
-         Perahu Tanpa Motor
-         Motor Tempel
-         Kapal Motor
715
906
573
715
906
573
715
906
573
3
Jumlah Nelayan
4.682
4.682
4.682
4
Jumlah Alat Tangkap
  1. Jaring
  2. Pancing
  3. Perangkap
1.180
899
115
1.191
888
115
1.142
888
105
PRODUKSI PERIKANAN BUDIDAYA
NO
U R A I A N
2008
2009
2010
1
Produksi Budidaya  Tambak (Ton)
-          Udang Windu
-           Udang Vaname
-           Ikan bandeng
-           Lainnya
316,6
327
1.566,8
251,7
327,0
546,1
1.574,7
298
317,0
462,0
1.856,0
300,0
2
Luas areal Tambak (Ha)
2.583,4
2.583,4
2.593,8
3
Kelompok Pembudidaya
21
23
27
4
Hatchery
13
13
13
5
Backyard
73
73
73
6
Jumlah Petani Tambak
1.254
1.254
1.268


Perkembangan produksi Komoditi Unggulan
No
Jenis Komoditas
 Produksi  (Ton)
2008
2009
2010
1
Udang
-          Windu
-          Vaname
    316,6
    327,0
   327,0
   546,1
317,0
462,0
2
Bandeng
1.566,8
1.574,7
1.856,0
3
Rumput Laut
    251,7
    253,4     
488
4
Kerapu
    161,0
      72,8
81,0
5
Kakap Merah (bambangan)
    105,4
   180,8
194,5
6
Cakalang
    552,1
   411,9
470,0
7
Teri
1.741,4
1.535,7
1.605,2
8
Cumi
   127,1
     93,1
91,0
9
Kepiting
138
145,3
146,6

 


 
 
 

Informasi Perikanan Kabupaten Sinjai

LETAK GEOGRAFIS
Kabupaten Sinjai terletak di Jazirah Selatan bagian Timur Propinsi Sulawesi Selatan dengan Ibukotanya Sinjai. Berada pada posisi 50 19' 30" sampai 50 36' 47" Lintang Selatan dan 1190 48' 30" sampai 1200 0' 0" Bujur Timur.
Batas-batas Wilayah:
sebelah Utara              : Kabupaten Bone
sebelah Timur              :Teluk Bone
sebelah Selatan            : Kabupaten Bulukumba
sebelah Barat               : Kabupaten Gowa.

Wilayah administratif terbagi atas 8 Kecamatan, 13 kelurahan, 55 desa, dan 259 lingkungan/dusun dengan luas wilayah 819,96 Km2, atau 1,29 persen dari luas wilayah daratan Propinsi Sulawesi Selatan.
Dari 8 Kecamatan itu, terdiri dari :68 desa/Kelurahan Desa:
Di Kecamatan Sinjai Barat, 8 Desa /Kelurahan 

Di Kecamatan Sinjai Borong, 7 Desa/Kelurahan,
Di Kecamatan Sinjai Selatan, 10 Desa/kelurahan,
Di Kecamatan Sinjai Timur , 10 Desa /kelurahan,
Di Kecamatan Sinjai Tengah,10 Desa/kelurahan,
Di Kecamatan Sinjai Utara, 7 kelurahan,
Di Kecamatan Bulupoddo, 6 Desa dan
Di Kecamatan Tellulimpoe, .10 Desa

Berdasarkan situasi Geografis, daerah Kabupaten Sinjai beriklim Sub Tropis. Curah hujan rata-rata 2.772 sampai 4.847 milimeter dengan 120 Deep rain pertahun. Musim Hujan dimulai Februari s/d Juli dan musim panas mulai Agusutus s/d Oktober serta kelembaban mulai November s/d Januari.

Sinjai berada pada ketinggian antara 25 sampai 1.000 meter diatas permukaan laut. Luas daerah 8.1996 Ha, dengan 4,62 persen berada pada ketinggian 25 m diatas permukaan laut, 9,74 persen berada pada ketinggian 100 m diatas permukaan laut, 55,35 persen berada pada ketinggian 100 – 500 m dari permukaan laut, 21,18 persen berada pada ketinggian 500 – 1000 m dari permukaan laut dan 21,18 persen berada pada ketinggian diatas 1000 m dari permukaan laut.

POTENSI PERIKANAN TANGKAP

Perairan yang strategis karena berada pada bibir Teluk Bone dan adanya kawasan Pulau pulau Sembilan, yang dilalui arus dari Laut Flores menuju Teluk Bone, demikian pula sebaliknya, merupakan kawasan yang potensial dijadikan sebagai area penangkapan ikan pelagis maupun demersal ditambah lagi sarana Pusat Pendaratan Ikan di Lappa merupakan daya dukung dalam peningkatan produksi hasil perikanan laut di Kabupaten Sinjai. Oleh karenanya, dalam upaya pembangunan di sektor kelautan, pemerintah Kabupaten Sinjai melakukan persiapan kelembapan masyarakat agar mampu memanfaatkan sumberdaya kelautan seoptimal mungkin dan secara bertahap memposisikan sebagai alternatif basis utama pembangunan daerah.

Kecamatan Sinjai Utara dan Sinjai Timur merupakan wilayah dataran rendah dan pesisir pantai yang landai, dapat mendukung pengembangan sektor kemaritiman, khususnya penangkapan ikan di laut, dan juga pengembangan areal pertambakan.

Terdapat 1.270 unit penangkapan ikan (70% adalah kapal motor dan 30% perahu motor) dengan dukungan 1.461 unit alat tangkap dengan total produksi 22.908,20 ton (jenisnya dapat dilihat pada tabel 17) dan orang yang bekerja disubsektor perikanan dan kelautan sejumlah 1.150 rumah tangga perikanan (70% diantaranya memiliki Kapal Motor), serta 71 pengusaha (69% di Pulau pulau Sembilan dan 31 % di Kelurahan Lappa).

Produksi komoditas perikanan laut pada tahun 2000 sebesar 25.685 ton ikan dan 618 ton udang.


Jenis
Jumlah Unit
Produksi (Ton)
Payang
91
913,6
Dogol
-
-
Pukat Cincin
78
4.540,6
Jaring Hanyut
238
3.997,2
Jaring Linglcar
39
1.434.0
Jaring Klitik
44
321,6
Jaring Tetap
72
511,0
Trampel Net
40
225,2
Bagang
210
3.273,0
Rawai Hanyut
107
926,8
Pancing Lain
198
847,9
Pancing Tonda
63
1.838,9
Sero
9
214,4
Bubu
17
262,2
Miroami
-
-
Pole and Line (Huhate)
25
3.101,0
Pukat Pantai
-
-
Lain-lain
230
500,8
Jutnlah
1.461
22.908,2
Sumber: Sinjai dalam Angka Tahun 2000
Perikanan tambak 470 ton ikan dan 39 ton udang (Sinjai dalam angka tahun 2000), budidaya kolam/sawah 72 ton dan rumput laut 475 ton (Sinjai 10 tahun dalam Memori). Kabupaten Sinjai merupakan pemasok Ikan Tuna segar ke sebagian besar daerah di Propinsi Sulawesi Selatan, dan juga Ikan Kerapu yang dikirim ke Makassar untuk selanjutnya diekspor ke luar negeri.

Pulau pulau Sembilan merupakan kawasan potensial untuk pengembangan budidaya perikanan dengan menggunakan Keramba jaring apung. Biota yang dikembangkan adalah lobster di Pulau Kanalo dan Batanglampe, dan Ikan ikan Karang di Pulau Kambuno.

Sedang untuk kawasan hutan bakau di Kecamatan Sinjai Timur dilakukan pengembangan budidaya Kepiting Bakau.

Pengembangan perikanan darat misainya Ikan Mas di Kabupaten Sinjai culcup potensial dilakukan di beberapa Kecamatan diantaranya :

1. Pembibitan Ikan Mas di Kec. Sinjai Barat, dan Sinjai Borong
2. Pengembangan budidaya ikan (mina padi) di Keeamatan Tellulimpoe.
3. Budidaya ikan sistem Pompanisasi di Kelurahan Balangnipa Kecamatan Sinjai Utara

Produksi Perikanan Tangkap Tahun 2008
JENIS IKAN :
- Ikan manyung : 58,8 ton, Ikan Lolosi Biru : 10,3 ton, Ikan Selar : 204,2 ton, Ikan Kuwe : 103,9 ton,
- Ikan Layang : 192,2 ton, Ikan Tetengkek : 144,7 ton, Ikan Bawal Hitam : 405,5 ton, Ikan Kakap Putih : 727,4 ton,
- Ikan Japuh : 161,4 ton, Ikan Tembang : 297,8 ton, Ikan Lemuru : 21,3 ton, Ikan Teri : 306,2 ton,
- Ikan Napoleon : 7,5 ton, Ikan lencam : 15 ton, Ikan Belanak : 108,4 ton, Ikan Biji nangka : 6,4 ton,
- Ikan Kurisi : 39,2 ton, Ikan Tenggiri : 405,7 ton, Ikan Pari : 92 ton, Ikan Baronang : 36,5 ton,
- Ikan Kerong-kerong : 62,7 ton, Ikan Kerapu Sunu : 127,5 ton, Ikan Kerapu Karang : 55,4 ton, Ikan Layur : 8,7 ton,
- Ikan Kembung : 178,9 ton, Ikan Banyar : 272,1 ton, Ikan Tongkol Komo : 7.890,1 ton, Ikan Cakalang : 12.490,3 ton,
- Ikan Madidihang : 502 ton, Ikan Tongkol Abu abu : 120,3 ton, Ikan Lainnya : 173,3 ton,

BINATANG BERKULIT KERAS
- Udang Putih : 15,6 ton, Udang Windu : 41,6 ton, Udang Barong : 11,2 ton, Kepiting : 43,1 ton,
- Rajungan : 83,5 ton, Binatang berkulit keras lainnya : 2,4 ton,

BINATANG LUNAK
- Cumi-cumi : 79,1 ton, Gurita : 24,2 ton, Sotong : 3,5 ton, Binatang Lunak Lainnya : 1,1 ton,
- Binatang Air Lainnya : 1,3 ton, Teripang : 33,6 ton,

TANAMAN AIR
- Rumput Laut : 362,4 ton,
PRODUKSI 2008 (TON)
25.929
PRODUKSI 2006 (TON)
2.418.950

Sumber Data:
Laporan Statistik Perikanan Sulawesi Selatan 2008
Dinas Perikanan Dan Kelautan Provinsi Sulawesi Selatan
Jl. Bajiminasa No 12 Makassar
Telp 0411-873680-854726
Fax 0411-858779


Updated: 01-6-2012

Legenda
PropinsiKabupaten
Perikanan Tangkap
  Re-Draw Map